Sejarah Interaksi Manusia Dan Komputer

Interaksi manusia dan komputer merupakan suatu disiplin ilmu yang mengkaji tentang komunikasi atau interaksi diantara pengguna dengan sistem.

Awal munculnya istilah interaksi manusia dan komputer
a. Tahun 1950-an
Pertama kali diperkenalkan secara komersil.
b. Tahun 1970-an
Komputer pribadi(PC), maka berkembanglah penggunaan teknologi ini secara cepat dan mengagumkan ke berbagai penjuru (pendidikan, perdagangan, perusahaan dll) dan muncul isu teknik antarmuka pengguna (userinterface)
c. Pada tahun 1980an
Pertengahan baru di perkenalkan istilah IMK

Model IMK :
1. Pengguna
2. Interaksi
3. Sistem
Tiga komponen ini saling berkaitan. Pengguna adalah bagian dari sistem yang memungkinkan berinteraksi dengan komputer, oleh sebab itu mengapa 3 komponen ini saling berkaitan.

Hubungan IMK dengan bidang lain :
a. Psikologi
b. Grafik
c. Antropologi
d. Linguistik
e. Sosiologi
f. Ergonomik
g. Teknik elektronika dan ilmu komputer

Sistem komuputer di buat untuk membantu manusia.
1. Manusia (user)
Tahun 1983 ada sebuah model human prosesor yang terdiri dari 3 subsistem, yaitu :
a. Sistem Persepsi
Menangani sensor dari luar
b. Sistem mator
Mengontrol aksi dan respon
c. Sistem Kognitif
Memproses hubungan keduanya

Informasi pada manusia terdiri dari :
o diterima dan direspon melalui input output
o disimpan di memori
o diproses dan di aplikasikan

Memori manusia :
•Memori sensor :
Iconic untuk visual
Echoic untuk aural
Haptic untuk Peraba
•Short term memori
Daerah memori aktif, yang di anggap sebagai memori kerja.
Contoh : menghitung dan membaca
• Long term memori
Episodic : mempresentasikan kejadian
Semantic : mempresentasikan stuktur dari fakta

2. Komputer
•Input / Output komputer
chaBatch : data berkelompok
Interaktif : satu per satu
•Text Entity Device
Keyboad
Handwriting recognize
Speech recognition
•Output Device
LCD
CRT
LED
•Paper
Printing, Scanner dan optical character recognition

3. Interaksi
Tipe :
a. Comand Line interface
b. Menu
c. Natural Language
d. Query dialogue
e. Spreadsheet
f. WIMP (windows, icons, menu, pointers)

Advertisements
Published in: on February 27, 2010 at 2:16 pm  Leave a Comment  

DAMPAK DAN PENGARUH GAME BAGI PENGGEMARNYA.

Pada saat ini pesona game atau permainaan khususnya game yang berbentuk digital seperti sega, Nintendo dan lainnya sangat membius penggemarnya, terutama kalangan anak – anak dan remaja, tidak hanya tingkat kesulitan saja yang disediakan secara beragam. Tipe permainan sendiri juga disediakan secara beragam. Mulai dari ‘career’ atau yang bersifat karir personal, hingga yang bersifat kompetisi dimainkan dengan banyak kompetitor atau musuh juga ada.
Dan yang semakin menarik lagi dari perkembangan game adalah sifat personalisasi. Entah itu dalam jenis game balapan, perang hingga sepakbola, setiap pemain dimungkinkan untuk mendandani mobil, atau mengatur siasat perang, atau juga menyusun team atau kesebelasan sesuai dengan keinginan mereka sendiri. Hal yang sangat luar biasa, karena pemain diijinkan untuk mempersonalisasikan diri mereka dalam setiap game yang dimainkan. Hal ini semakin mendekatkan imajinasi pemain ke dalam bentuk real virtual sebuah game. Sehingga mereka menjadi kecanduan dalam menggunakan atau mengakses game tersebut.
Candu yang di alami oleh anak – anak dan remaja ini memiliki berbagai macam dampak atau pengaruh, mulai dari dampak positif hingga dampak negative, meskipun dampak dari kecanduan game memiliki lebih banyak dampak negative bagi penggunanya, game masih memiliki dampak atau pengaruh positif bagi mereka yang hobi bermain, dampak positif yang mereka dapatkan seperti: tingkat imajinasi mereka yang meningkat, menjauhkan mereka dari hal – hal yang berbahaya seperti Narkoba dan pergaulan bebas, serta dampak positif game lainnya.
Sementara itu meski memiliki dampak positif dari penggunannya, game juga memiliki dampak negative bagi mereka, seperti: menurunnya prestasi belajar mereka karena seringnya bermain game tanpa belajar yang merupakan pekerjaan pokok dan utama mereka sebagai pelajar, tingginya tingkat kemalasan bagi para pecandu game, bayangkan saja jika mereka bermain hingga larut malam sehingga mereka malas bangun pagi dan sering terlambat berangkat sekolah, lemahnya kesehatan mereka dikarenakan jarang mengkonsumsi makanan yang memiliki karbohidrat dan protein, fenomena yang terjadi pada penggemar game adalah mereka lebih suka bermain game hingga berjam – jam hingga lupa untuk makan yang mengakibatkan lemahnya kesehatan mereka, Rendahnya tingkat spiritual para pengguna game, yang mana mereka lebih sering bermain game sehingga mereka lupa untuk menjalankan ibadah yang di syari’atkan oleh agama mereka, serta dampak – dampak negatif lainnya.
Selain itu banyak game electronik yang bukan sekedar hiburan yang canggih. Memang,permainan itu menguji keterampilan dan mengurangi kebosanan. tapi bukan itu saja, game electronik dapat mempertajam refleksi, dan penelitian menunjukan bahwa bermain game elecktronik dapat meningkatkan atensi visual. ada game bahkan mengasah kemampuan otak, matematika dan membaca. dan banyak game terbaru juga menyediakan ruang obrolan berbagai topik, bahkan di sekolah itu bisa jadi bahan pembicaraan yang menarik dengan teman teman.
Nah, untuk mendapatkan dampak baik secara maksimal dan memperkecil dampak buruk dari main game, ada beberapa tips yang dapat anda lakukan, seperti di bawah ini:
1. Batasi Waktu Main Game
Kalau sudah enak main game biasanya orang lupa waktu untuk berhenti dan melakukan kegiatan berguna lain. Di awal main game tetapkan waktu sekitar satu atau dua jam saja. Kalau perlu pasang jam weker untuk mengetahui batasan waktu.
Main game kelamaan dapat berdampak buruk pada tubuh kita, karena otak yang konsentrasi penuh pada game akan mengabaikan kegiatan penting atau kebutuhan tubuh seperti makan, minum, ibadah, mandi, tidur, istirahat, olahraga, bersosialisasi, dan lain sebagainya. Terkadang orang baru sadar setelah main game terasa pusing.
2. Jangan Main Game Tiada Akhir
Usahakan, pilih game yang tidak bikin kita kecanduan untuk memainkannya berbulan-bulan dan bertahun-tahun dan menghabiskan banyak waktu seharian untuk memainkannya agar menghasilkan game yang baik.
Tentu saja hal itu akan membatasi kita untuk mengetahui game-game baru lain, membuat penasaran terus, dan kadang bisa merasa malu jika status account game yang kita mainkan memiliki hasil yang rendah dibanding gamer lain. Alangkah baiknya jika kita gunakan waktu yang ada untuk kegiatan lain.
3. Hindari Game Sulit yang Memancing Emosi
Game yang susah terkadang bikin kita kesal dan akhirnya emosi dan marah-marah nggak jelas. Pencetan dan joystick pun bisa jadi sasaran kalau lagi kalap dan bisa dibanting, dipukul, diinjak, dan beragam tindak kejam lainnya.
Tidak hanya mesin konsol atau komputer PC/laptop saja yang jadi rusak. Tangan, kaki dan badan pun bisa sakit kalau melakukan tindak kekerasan pada benda mati yang keras dan padat. Hentikan main game jika sudah emosi dan langsung nonton teve untuk meredam amarah.
4. Mainkan Game yang Mengasah Otak
Ada banyak game yang bisa meningkatkan kemampuan berpikir otak kita seperti game puzzle, game kasus, game ingatan, game strategi, dan sebagainya. Ada juga game yang lucu bisa menghibur kita saat memainkannya.
Analisa game yang Anda mainkan, apakah dapat memberikan dampak positif serta bisa memberi hiburan atau kemampuan berpikir. Jika tidak memberikan apapun, berarti game itu hanya membuang waktu Anda saja.
5. Ajak Orang Lain Main Bersama
Main game beramai-ramai jauh lebih baik daripada main sendirian. Dengan mengajak teman, keluarga, tetangga, pacar, dan sebagainya main game kita akan mempererat hubungan kita dengan orang lain. Tentunya, selama game yang dimainkan cocok untuk dimainkan bersama-sama dan tidak bikin emosi.
Main game sendirian saja akan menghilangkan jiwa sosial kita dan dapat mengurangi jumlah teman kita dari waktu ke waktu. Teman kenalan dari main game online bukan teman nyata karena orang itu, bisa jadi, tidak jujur pada kita. Teman di kehidupan nyata jauh lebih berharga daripada teman maya.
6. Jangan Main Judi
Game yang melibatkan taruhan uang di dalamnya bisa dibilang judi. Jaman sekarang, game itu hadir dalam bentuk game elektronik seperti bola tangkas, judi kartu, game koin, dan game lainnya yang bisa dimainkan secara online dan bebas beredar di internet.
Judi bisa bikin kita miskin mendadak. Judi online, misalnya, semua sudah di-setting. Bandar tidak akan pernah rugi karena sistem sudah menetapkan berapa keuntungan bandar. Semua merugikan kita. Sebab, selain dosa, main game judi juga bisa bikin kita lupa waktu, lupa keluarga, dan pastinya, lupa sama Tuhan.
7. Jangan Hamburkan Uang
Sayangi uang Anda dan sebaiknya ditabung untuk bekal masa depan dan untuk jaga-jaga saat nggak punya duit. Hitung semua pengeluaran dari nge-game, seperti ongkos transpor, listrik, akses internet, makanan, minuman, bayar rental, dan lain-lain.
Hitung juga nilai waktu yang Anda buang percuma untuk main game seandainya waktu itu anda pakai untuk kegiatan yang menghasilkan.
Ada orang yang suka main game untuk mengejar hadiah tiket/kupon untuk ditukarkan dengan hadiah yang nilainya jauh lebih rendah dari uang yang telah kita keluarkan untuk main game. Hitung penghematan jangka panjang yang dapat anda lakukan jika semua uang itu Anda kumpulkan.
8. Jangan Main Game Bajakan
Bayangkan orang-orang yang sudah susah payah membuat game dengan modal uang besar, otak pikiran yang terkuras habis, serta tenaga dan keringat selama berbulan-bulan, atau bahkan bertahun-tahun.
Kita tinggal seenaknya beli game copy-an dari tukang bajak dengan harga yang sangat murah. Pengembang game tidak dapat apa-apa, penjahat tukang baja game dapat uang besar dan kaya raya. Kita pun akhirnya dapat dosa.
Kalau tidak punya uang banyak, usahakan tidak memainkan game komersial yang didistribusikan secara tidak gratis. Cari game-game yang bersifat free alias gratis lisensinya. Di internet kita bisa download game gratis, demo, dan game yang bisa dimainkan secara online langsung di internet tanpa menginstal game-nya.
9. Sayangi Tubuh Anda
Jika suatu game membuat kita pusing karena sudut pandang game yang tidak sesuai dengan kemampuan otak kita, segera hentikan dan jangan mainkan lagi. Buat apa kita main game tapi membuat badan kita menjadi sakit.
Bisa jadi game yang dimainkan bikin pegal, capek dan lemas jika dimainkan terlalu lama. Bisa juga bikin jari tangan kita sakit dan banyak keluhan tubuh lainnya. Intinya kita harus mengetahui batasan ketahanan tubuh kita pada game yang ada. Jangan terlalu banyak main game yang tidak bagus untuk tubuh kita.

Published in: on February 20, 2010 at 12:18 pm  Leave a Comment  

perkembangan Game

PERKEMBANGAN GAME.

Kata “game” berasal dari bahasa inggris yang artinya permainan, dari tahun ketahun tekhnologi game berubah dan berkembang pesat, mulai dari permainan tradisional hingga permainan yang berbentuk digital yang berkembang saat ini.

Pada zaman dahulu sebelum digunakannya media elektronik, beberapa kelompok masyarakat yang membuat mainan atau game yang biasanya terbuat dari bahan – bahan keras seperti kayu, gabus, plastic, dan sebagainya, contohnya seperti permainan gatrik yang berasal dari jawa tengah, yang mana permainan ini menggunakan sebilah kayu pendek dan sebilah kayu panjang dan di pukul layaknya permainan kasti.

Berbeda dengan zaman dahulu yang masih menggunakan alat – alat keras sebagai piranti dalam membuat sebuah permainan, saat ini dimana zaman yang disebut dengan zaman cyber atau dengan kata lain tergantung pada alat – alat elektronik, semua permainan mulai berangsur – angsur menjadi lebih canggih, dimulai dari game boot yang sederhana seperti permainan tetris yang terkenal pada tahun 1990an sampai saat ini dikenal dengan X-Box dan Game online yang bisa berhubungan dengan orang lain yang memainkan game yang sama seperti layaknya chating atau jejaring social.

Dalam permainan digital matau electronic game terdapat 3 jenis yang mengacu pada dimensi dari masing – masing game dengan klasifikasi sebagai berikut, sementara itu yang termasuk ke dalam game dengan 2 dimensi atau 2D adalah game boot, Nintendo, serta SEGA, yang terkenal pada tahun 1990an hingga tahun 1999 di Indonesia, yang kemudian berkembang menjadi permainan 3 dimensi atau 3D seperti, Playstation 1, Playstation 2, Nintendo Wii, dan sebagainya, kemudian jenis terakhir adalah game yang berdimensi 4 atau 4D seperti X-Box, Playstation 3, Game online (Ragnarok, Dota, dan sebagainya).

Pada saat ini sedang berkembang permainan atau game yang menggunakan server internet sehingga setiap player atau pemain bisa saling berhubungan dengan pemain lainnya yang berjarak jauh, dimana sebelumnya game hanya dapat berhubungan satu sama lain dengan menggunakan double stick game atau kabel peer to peer yang digunakan untuk menghubungkan antara satu piranti dengan piranti lain. Berbeda dengan game yang menggunakan server internet atau yang disebut dengan game online, dimana mereka dapat saling berhubungan tanpa adanya sambungan kabel atau sejenisnya, melainkan dengan menggunakan sinyal internet yang terdapat pada modem yang akan mengirimkan sinyal melalui satelit dan akan dihubungkan sinyal tersebut menuju modem lain atau server lain sehingga dapat saling bertemu dalam satu jenis permainan meski dengan jarak yang amat jauh.

Perkembangan video game kini telah masuk ke generasi ketujuh. Microsoft telah menggeber XBox 360, sementara itu Sony dan Nintendo telah bersiap dengan PS3 dan Wii. Tak diragukan lagi kalau ketiganya adalah konsol terbaru dan tercanggih. Namun, tahukah Anda bagaimana wujud rupa video game di generasi-generasi sebelumnya? Jika kita menoleh ke belakang, jauh sebelum konsol-konsol game generasi ketujuh dibuat, mungkin Anda tak akan pernah mau bermain game. Bagaimana tidak? Dahulunya, tampilan sebuah game masih berwarna hitam-putih, suaranya pun terdengar “tat-tit-tut.” Lambat laun, video game mulai berkembang, dan akhirnya menjadi seperti sekarang ini. Sebelum berkembang jadi seperti sekarang, video game mengalami beberapa momen bersejarah yang menarik untuk diketahui. Sebenarnya, industri game (yang selanjutnya dikenal dengan sebutan “videogame”) sudah mulai dirintis pada sekitar tahun 1950. Namun, media hiburan ini tidak terlalu populer dan hanya tersedia di tempat-tempat tertentu. Kebanyakan jenis game yang tersedia lebih dimanfaatkan untuk kepentingan simulasi atau latihan militer. Oleh karena itu, era ini tidak dimasukkan dalam kategori generasi videogame manapun. Generasi PertamaPada tahun 1966, videogame mulai memasuki babak awal perkembangannya.
Ide-ide kreatif bermunculan, dan sebagian besar dimotori oleh mahasiswa-mahasiswa yang menghabiskan waktu luangnya dengan memanfaatkan fasilitas teknologi informasi (TI) di kampus. Salah satu di antaranya adalah Ralph Baer, teknisi di Sanders Associates. Ia tertarik membuat game sederhana yang nantinya diinstalasi di pesawat televisi. Baer kemudian menjual idenya ke berbagai produsen televisi di Amerika. Usaha Baer akhirnya membuahkan hasil, ketika Magnafox menawarkan untuk bersama-sama menggarap mesin game rumahan. Konsol game Baer yang prototipenya diberi nama Brown Box, kemudian meluncur dengan nama Magnafox Odyssey (Mei 1972), berisi 16 game built-in yang dapat diganti-ganti dengan menggunakan sebuah switch. Terjual sampai 200.000 unit, Magnafox Odyssey tercatat sebagai konsol videogame pertama di dunia. Pada tahun 1971, Pengusaha Nolan Bushnell — yang dikenal sebagai bapak game dunia — mendesain Computer Space, mesin game koin (arcade) pertama di dunia. Nutting Associate memproduksinya sampai 1500 unit.
Di Santa Clara California, Busnell dan Ted Dabney mulai merintis perusahaan video game bernama Atari. Nama itu diambil dari kata berbahasa Jepang untuk “check” di board game Go. Selanjutnya, Bushnell membuat sebuah game simulasi ping pong yang diberi nama Pong, yang ternyata laku keras di pasaran. Demikian populernya, sampai-sampai mesin Pong di berbagai taman hiburan atau kafe harus dibongkar setiap 24 jam sekali untuk mengeluarkan koin yang berjejal-jejal. Pada tahun 1974, Nakamura Manufacturing (sekarang Namco) milik Masaya Nakamura memasuki pasar video game arcade setelah membeli Atari Jepang seharga $500.000. Perusahaan ini yang nantinya terkenal dengan game-game klasik mereka, yang meningkatkan produksi mesin game koin pada era 80-an. 1975 adalah salah satu tahun dalam perkembangan videogame yang patut diingat. Di tahun inilah, Bill Gates dan Paul Allen mendirikan Microsoft yang kelak menjadi pengembang software terbesar di dunia, dan pembuat home-videogame console.
Tahun ini juga merupakan masa jaya Pong, yang kembali laku keras di pasaran dan mengundang banyak pengembang game untuk membuat versinya sendiri. Tahun-tahun berikutnya menjadi masa pertarungan antara Atari dan Fairchild, yang sama-sama meluncurkan konsol game yang telah dilengkapi CPU. Fairchild meluncurkan Channel F (1976), dan disusul Atari yang merilis Atari VCS (Video Computer System) / Atari 2600 pada tahun 1977. Pertarungan itu kemudian dimenangkan Atari. Terjual sampai 25 juta unit, Atari 2600 tercatat sebagai konsol game populer pertama di dunia. Pada masa ini, game-game tidak lagi built-in, tapi sudah diprogram ke dalam mikrochip dan disimpan dalam cartridge plastik. Jadi, pemilik konsol dapat mengoleksi game dengan pilihan permainan yang lebih beragam. Tahun 1978, Milton Bradley mengeluarkan handheld Microvision hasil desain Jay Smith. Perangkat game LCD yang disebut-sebut sebagai cikal bakal kelahiran konsol genggam ini merupakan kombinasi antara home console berbasis cartridge dan bentuk portabel.
Generasi KeduaVideogame generasi kedua ditandai dengan kemunculan konsol Magnafox Odyssey 2, Intellivision, Vectrex, Coleco Vision, Atari 5200, dan konsol pertama Sega, SG-1000. Meskipun dibuat dengan spesifikasi lebih tinggi daripada konsol game generasi sebelumnya, konsol-konsol tersebut tidak sesukses Atari 2600. Tahun 1982, mantan eksekutif Apple, Trip Hawkins mendirikan perusahaan software game Electronic Arts (EA) yang kini dikenal dengan game berkualitas tinggi dan kemasan uniknya. Era ini juga merupakan masa kelahiran game-game klasik legendaris, seperti Pac-Man, Donkey Kongg (Nintendo), dan Space Invader. Sayangnya, generasi kedua ini berakhir dengan terpuruknya industri game tahun 1983. Penyebab utamanya adalah banyaknya jumlah game tidak berkualitas dan angka penjualan konsol yang terus menurun.
Generasi KetigaMeskipun dibuka dengan lesunya industri videogame pada 1983, pengembangan videogame terus dilakukan, dan hasilnya mulai terlihat pada tahun 1984. Inilah saat-saat di mana konsol game mulai memasuki era 8-bit. Salah satu konsol 8-bit yang paling sukses adalah Famicom (Family Computer) / Nintendo Entertainment System (NES) yang mulai dipasarkan tahun 1984. Game-game legendarisnya adalah Super Mario Bros, Donkey Kong, Legend of Zelda, Metroid, serta game-game klasik lainnya. Menanggapi kesuksesan yang diperolehnya, Nintendo menerbitkan majalah game Nintendo Power (1989) yang khusus membahas tentang serba-serbi game NES. Majalah ini masih tetap beredar sampai sekarang. Beberapa konsol 8-bit yang lain, seperti Atari 7800 dan Sega Master System pun sempat mendominasi pasar konsol. Sayangnya, popularitas NES “memukul roboh” kedua konsol tersebut. Commodore, perusahaan yang sebelumnya pernah memasarkan home computer pertama di dunia, VIC-20 (dapat dipakai bermain game juga), ikut meramaikan dunia videogame dengan merilis Amiga-1000.
Komputer berkemampuan multimedia ini memang tidak digolongkan sebagai konsol, dan lebih banyak dipakai untuk keperluan hiburan lain, seperti digital music composer atau mesin pemutar iklan. Selanjutnya, Commodore lebih fokus membuat Amiga untuk home computing. Videogame generasi ketiga juga merupakan awal mula generasi konsol genggam. Setelah Atari gagal meraup keuntungan dari produk handheld pertamanya, Lynx, Nintendo meluncurkan Gameboy (1989), handheld hitam-putih yang masih populer hingga saat ini. Sega pun tak mau ketinggalan, dan merilis handheld berwarna yang diberi nama Sega Game Gear setahun kemudian. Pada masa ini pula, developer game Squaresoft (sekarang Square-Enix) merilis Final Fantasy, role-playing game yang populer hingga saat ini. Game-game PC pun mulai diproduksi, rata-rata untuk platform DOS. Salah satunya adalah Tetris karya Alexey Pajitnov dari Akedemi Ilmu Komputer Moskwa, Rusia.

Published in: on February 13, 2010 at 10:09 am  Leave a Comment