perkembangan Game

PERKEMBANGAN GAME.

Kata “game” berasal dari bahasa inggris yang artinya permainan, dari tahun ketahun tekhnologi game berubah dan berkembang pesat, mulai dari permainan tradisional hingga permainan yang berbentuk digital yang berkembang saat ini.

Pada zaman dahulu sebelum digunakannya media elektronik, beberapa kelompok masyarakat yang membuat mainan atau game yang biasanya terbuat dari bahan – bahan keras seperti kayu, gabus, plastic, dan sebagainya, contohnya seperti permainan gatrik yang berasal dari jawa tengah, yang mana permainan ini menggunakan sebilah kayu pendek dan sebilah kayu panjang dan di pukul layaknya permainan kasti.

Berbeda dengan zaman dahulu yang masih menggunakan alat – alat keras sebagai piranti dalam membuat sebuah permainan, saat ini dimana zaman yang disebut dengan zaman cyber atau dengan kata lain tergantung pada alat – alat elektronik, semua permainan mulai berangsur – angsur menjadi lebih canggih, dimulai dari game boot yang sederhana seperti permainan tetris yang terkenal pada tahun 1990an sampai saat ini dikenal dengan X-Box dan Game online yang bisa berhubungan dengan orang lain yang memainkan game yang sama seperti layaknya chating atau jejaring social.

Dalam permainan digital matau electronic game terdapat 3 jenis yang mengacu pada dimensi dari masing – masing game dengan klasifikasi sebagai berikut, sementara itu yang termasuk ke dalam game dengan 2 dimensi atau 2D adalah game boot, Nintendo, serta SEGA, yang terkenal pada tahun 1990an hingga tahun 1999 di Indonesia, yang kemudian berkembang menjadi permainan 3 dimensi atau 3D seperti, Playstation 1, Playstation 2, Nintendo Wii, dan sebagainya, kemudian jenis terakhir adalah game yang berdimensi 4 atau 4D seperti X-Box, Playstation 3, Game online (Ragnarok, Dota, dan sebagainya).

Pada saat ini sedang berkembang permainan atau game yang menggunakan server internet sehingga setiap player atau pemain bisa saling berhubungan dengan pemain lainnya yang berjarak jauh, dimana sebelumnya game hanya dapat berhubungan satu sama lain dengan menggunakan double stick game atau kabel peer to peer yang digunakan untuk menghubungkan antara satu piranti dengan piranti lain. Berbeda dengan game yang menggunakan server internet atau yang disebut dengan game online, dimana mereka dapat saling berhubungan tanpa adanya sambungan kabel atau sejenisnya, melainkan dengan menggunakan sinyal internet yang terdapat pada modem yang akan mengirimkan sinyal melalui satelit dan akan dihubungkan sinyal tersebut menuju modem lain atau server lain sehingga dapat saling bertemu dalam satu jenis permainan meski dengan jarak yang amat jauh.

Perkembangan video game kini telah masuk ke generasi ketujuh. Microsoft telah menggeber XBox 360, sementara itu Sony dan Nintendo telah bersiap dengan PS3 dan Wii. Tak diragukan lagi kalau ketiganya adalah konsol terbaru dan tercanggih. Namun, tahukah Anda bagaimana wujud rupa video game di generasi-generasi sebelumnya? Jika kita menoleh ke belakang, jauh sebelum konsol-konsol game generasi ketujuh dibuat, mungkin Anda tak akan pernah mau bermain game. Bagaimana tidak? Dahulunya, tampilan sebuah game masih berwarna hitam-putih, suaranya pun terdengar “tat-tit-tut.” Lambat laun, video game mulai berkembang, dan akhirnya menjadi seperti sekarang ini. Sebelum berkembang jadi seperti sekarang, video game mengalami beberapa momen bersejarah yang menarik untuk diketahui. Sebenarnya, industri game (yang selanjutnya dikenal dengan sebutan “videogame”) sudah mulai dirintis pada sekitar tahun 1950. Namun, media hiburan ini tidak terlalu populer dan hanya tersedia di tempat-tempat tertentu. Kebanyakan jenis game yang tersedia lebih dimanfaatkan untuk kepentingan simulasi atau latihan militer. Oleh karena itu, era ini tidak dimasukkan dalam kategori generasi videogame manapun. Generasi PertamaPada tahun 1966, videogame mulai memasuki babak awal perkembangannya.
Ide-ide kreatif bermunculan, dan sebagian besar dimotori oleh mahasiswa-mahasiswa yang menghabiskan waktu luangnya dengan memanfaatkan fasilitas teknologi informasi (TI) di kampus. Salah satu di antaranya adalah Ralph Baer, teknisi di Sanders Associates. Ia tertarik membuat game sederhana yang nantinya diinstalasi di pesawat televisi. Baer kemudian menjual idenya ke berbagai produsen televisi di Amerika. Usaha Baer akhirnya membuahkan hasil, ketika Magnafox menawarkan untuk bersama-sama menggarap mesin game rumahan. Konsol game Baer yang prototipenya diberi nama Brown Box, kemudian meluncur dengan nama Magnafox Odyssey (Mei 1972), berisi 16 game built-in yang dapat diganti-ganti dengan menggunakan sebuah switch. Terjual sampai 200.000 unit, Magnafox Odyssey tercatat sebagai konsol videogame pertama di dunia. Pada tahun 1971, Pengusaha Nolan Bushnell — yang dikenal sebagai bapak game dunia — mendesain Computer Space, mesin game koin (arcade) pertama di dunia. Nutting Associate memproduksinya sampai 1500 unit.
Di Santa Clara California, Busnell dan Ted Dabney mulai merintis perusahaan video game bernama Atari. Nama itu diambil dari kata berbahasa Jepang untuk “check” di board game Go. Selanjutnya, Bushnell membuat sebuah game simulasi ping pong yang diberi nama Pong, yang ternyata laku keras di pasaran. Demikian populernya, sampai-sampai mesin Pong di berbagai taman hiburan atau kafe harus dibongkar setiap 24 jam sekali untuk mengeluarkan koin yang berjejal-jejal. Pada tahun 1974, Nakamura Manufacturing (sekarang Namco) milik Masaya Nakamura memasuki pasar video game arcade setelah membeli Atari Jepang seharga $500.000. Perusahaan ini yang nantinya terkenal dengan game-game klasik mereka, yang meningkatkan produksi mesin game koin pada era 80-an. 1975 adalah salah satu tahun dalam perkembangan videogame yang patut diingat. Di tahun inilah, Bill Gates dan Paul Allen mendirikan Microsoft yang kelak menjadi pengembang software terbesar di dunia, dan pembuat home-videogame console.
Tahun ini juga merupakan masa jaya Pong, yang kembali laku keras di pasaran dan mengundang banyak pengembang game untuk membuat versinya sendiri. Tahun-tahun berikutnya menjadi masa pertarungan antara Atari dan Fairchild, yang sama-sama meluncurkan konsol game yang telah dilengkapi CPU. Fairchild meluncurkan Channel F (1976), dan disusul Atari yang merilis Atari VCS (Video Computer System) / Atari 2600 pada tahun 1977. Pertarungan itu kemudian dimenangkan Atari. Terjual sampai 25 juta unit, Atari 2600 tercatat sebagai konsol game populer pertama di dunia. Pada masa ini, game-game tidak lagi built-in, tapi sudah diprogram ke dalam mikrochip dan disimpan dalam cartridge plastik. Jadi, pemilik konsol dapat mengoleksi game dengan pilihan permainan yang lebih beragam. Tahun 1978, Milton Bradley mengeluarkan handheld Microvision hasil desain Jay Smith. Perangkat game LCD yang disebut-sebut sebagai cikal bakal kelahiran konsol genggam ini merupakan kombinasi antara home console berbasis cartridge dan bentuk portabel.
Generasi KeduaVideogame generasi kedua ditandai dengan kemunculan konsol Magnafox Odyssey 2, Intellivision, Vectrex, Coleco Vision, Atari 5200, dan konsol pertama Sega, SG-1000. Meskipun dibuat dengan spesifikasi lebih tinggi daripada konsol game generasi sebelumnya, konsol-konsol tersebut tidak sesukses Atari 2600. Tahun 1982, mantan eksekutif Apple, Trip Hawkins mendirikan perusahaan software game Electronic Arts (EA) yang kini dikenal dengan game berkualitas tinggi dan kemasan uniknya. Era ini juga merupakan masa kelahiran game-game klasik legendaris, seperti Pac-Man, Donkey Kongg (Nintendo), dan Space Invader. Sayangnya, generasi kedua ini berakhir dengan terpuruknya industri game tahun 1983. Penyebab utamanya adalah banyaknya jumlah game tidak berkualitas dan angka penjualan konsol yang terus menurun.
Generasi KetigaMeskipun dibuka dengan lesunya industri videogame pada 1983, pengembangan videogame terus dilakukan, dan hasilnya mulai terlihat pada tahun 1984. Inilah saat-saat di mana konsol game mulai memasuki era 8-bit. Salah satu konsol 8-bit yang paling sukses adalah Famicom (Family Computer) / Nintendo Entertainment System (NES) yang mulai dipasarkan tahun 1984. Game-game legendarisnya adalah Super Mario Bros, Donkey Kong, Legend of Zelda, Metroid, serta game-game klasik lainnya. Menanggapi kesuksesan yang diperolehnya, Nintendo menerbitkan majalah game Nintendo Power (1989) yang khusus membahas tentang serba-serbi game NES. Majalah ini masih tetap beredar sampai sekarang. Beberapa konsol 8-bit yang lain, seperti Atari 7800 dan Sega Master System pun sempat mendominasi pasar konsol. Sayangnya, popularitas NES “memukul roboh” kedua konsol tersebut. Commodore, perusahaan yang sebelumnya pernah memasarkan home computer pertama di dunia, VIC-20 (dapat dipakai bermain game juga), ikut meramaikan dunia videogame dengan merilis Amiga-1000.
Komputer berkemampuan multimedia ini memang tidak digolongkan sebagai konsol, dan lebih banyak dipakai untuk keperluan hiburan lain, seperti digital music composer atau mesin pemutar iklan. Selanjutnya, Commodore lebih fokus membuat Amiga untuk home computing. Videogame generasi ketiga juga merupakan awal mula generasi konsol genggam. Setelah Atari gagal meraup keuntungan dari produk handheld pertamanya, Lynx, Nintendo meluncurkan Gameboy (1989), handheld hitam-putih yang masih populer hingga saat ini. Sega pun tak mau ketinggalan, dan merilis handheld berwarna yang diberi nama Sega Game Gear setahun kemudian. Pada masa ini pula, developer game Squaresoft (sekarang Square-Enix) merilis Final Fantasy, role-playing game yang populer hingga saat ini. Game-game PC pun mulai diproduksi, rata-rata untuk platform DOS. Salah satunya adalah Tetris karya Alexey Pajitnov dari Akedemi Ilmu Komputer Moskwa, Rusia.

Advertisements
Published in: on February 13, 2010 at 10:09 am  Leave a Comment  

The URI to TrackBack this entry is: https://betawigaoel.wordpress.com/2010/02/13/perkembangan-game/trackback/

RSS feed for comments on this post.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: