Mengupas tuntas game White Knight Chronicles pada PS3

White Knight Chronicles (WKC) merupakan RPG terbaru eksklusif PS3 yang datang dari developer Level-5. Bagi kamu yang memang menggandrungi game-game bergenre JRPG, nama Level-5 sendiri pastinya telah kamu kenal semenjak sejumlah game garapannya hadir di era PS2. Di antaranya adalah Dark Cloud series, Dragon Quest VIII, dan Rogue Galaxy. Tidak hanya besar di era PS2, Level-5 saat ini juga sudah cukup banyak menghasilkan game untuk NDS lewat sejumlah game Professor Layton dan Inazuma Eleven. White Knight Chronicles ini adalah kali pertamanya Level-5 memberikan hasil karyanya untuk konsol next-gen Sony. Debut di Jepang pada akhir tahun 2008 dan gamers luar Jepang baru berkesempatan untuk menjajal kebolehannya pada Februari 2010 ini. Seperti apa sih game-nya?

Game ini bercerita pada setting dua kerajaan yang telah lama berperang, Balandor dan Faria. Demi mengakhiri perseteruan yang telah lama berlangsung, raja Balandor mengundang bangsawan Faria dengan tujuan damai untuk datang ke perayaan ulang tahun putrinya, Cisna. Akan tetapi, momen baik yang diharapkan tampaknya tidak dapat terealisasi sesuai rencana. Pada malam perayaan, Balandor kedatangan tamu tak diundang berupa sekelompok prajurit dari organisasi yang dinamakan Magi. Tidak dapat dihindarkan lagi, para penjahat yang dipimpin oleh jendral Dragias telah membuat situasi menjadi kacau dan bahkan menghabisi sang raja di depan mata Cisna. Sebelum keadaan bertambah buruk, adalah seorang pemuda bernama Leonard yang datang menolong dan membawa lari sang putri. Dalam pelariannya, Leonard dan Cisna sampai di sebuah ruang rahasia yang menyimpan suatu penemuan kuno, White Knight Ark. White Knight Ark menurut legenda kuno telah dipergunakan untuk memanggil sosok ksatria raksasa yang disebut White Knight. Demi menyelamatkan dirinya dan Cisna yang tengah terancam, Leonard pun mempergunakan benda tersebut dan berubah menjadi White Knight dalam legenda. Berkat kekuatan legendaris dari White Knight, Leonard berhasil mengalahkan monster yang dikirimkan Magi. Menyaksikan kebetulan yang di luar dugaan mereka, Dragias dan pasukannya pun memutuskan mundur dengan membawa serta sang putri. Tidak hanya kehilangan putri mereka, Balandor juga dihadapkan dengan tewasnya bangsawan dari Faria, yang dipastikan dapat kembali menyulut peperangan di antara kedua kerajaan tersebut. Maka, seperti yang sudah bisa kamu tebak, Leonard dan teman-temannya kini harus mengemban misi demi menemukan sang putri sekaligus membawa kembali kedamaian bagi negeri tersebut. Inti cerita yang cukup simpel ala RPG Jepang, namun jelas perjalanan mereka tidak akan sesederhana itu.
Gameplay 7
Dari kesan-kesan pertama dan cerita yang diperkenalkan, mungkin sebagian besar gamers akan menduga kalau WKC mengusung gameplay ala RPG biasanya yang punya battle system bergaya turn-based. Akan tetapi pada kenyataannya, WKC adalah sebuah JRPG yang juga bisa disebut sebagai MMORPG. Mempunyai jalan cerita utama, namun juga didukung oleh hadirnya fitur MMO yang terbilang kuat. Sebelum kamu masuk ke dalam cerita dari dunia WKC, kamu akan diajak terlebih dulu untuk membuat avatar diri kamu. Avatar ini merupakan karakter pribadi yang akan kamu pergunakan sebagai karakter pada fitur online-nya. Seperti halnya game-game PC dengan genre MMORPG, kamu dapat melakukan custom pada tampilan fisik avatar kamu sesuai dengan selera, mulai dari menentukan gender-nya, mengubah gaya rambutnya, bentuk wajahnya, ukuran badan, hingga suaranya. Ada cukup banyak variasi tampilan karakter yang disediakan pada fitur custom avatar di game ini.

Sebagai sebuah game yang bisa dikategorikan sebagai MMORPG, WKC menghadirkan battle system bersifat real-time yang disebut sebagai Active Time System. Active Time System merupakan sebuah perpaduan antara real-time ala MMORPG dan turn-based yang sudah umum pada RPG konsol. Sifat real-time akan kamu temukan pada pertempuran yang akan terus berlangsung dan tidak bisa kamu hentikan dengan membuka pilihan menu, sedangkan sifat turn-based terletak pada jeda yang mengharuskan kamu menunggu Command Circle sebelum melakukan command selanjutnya. Skill atau command apapun akan membutuhkan sekali turn Command Circle untuk bisa kamu keluarkan. Seperti MMORPG umumnya, kamu pun diberikan kebebasan untuk mengambil skill di dalam game ini. Skill yang bisa kamu ambil ada pada 8 Skill Path yang terbagi atas 6 jenis senjata dan 2 sifat magic. Pengambilan Skill Path didasari pada penggunaan senjata yang menjadi spesialisasi karakter, yang akan menjadikan keahlian karakter kamu lain daripada karakter gamers lainnya. Ada one-handed sword, two-handed sword, spear, bow, axe, dan staff sebagai 6 kelas senjata yang bisa kamu dalami, dengan divine dan elemental sebagai dua sifat magic-nya. Masing-masingnya mempunyai macam tingkatan skill yang berbeda dan atribut yang juga berpengaruh terhadap karakteristik status dari karakter. Untuk mengambil skill, kamu membutuhkan Skill Points yang akan diperoleh setiap kali naik level. Wajar saja apabila kamu perlu melakukan leveling untuk memperkuat karakter serta party kamu.

Seperti yang LYR sebut di atas, setiap turn akan dibatasi pada sekali putaran Command Circle. Setiap putaran Command Circle mengharuskan kamu untuk menunggu dengan adanya persentase besar menerima serangan. Ada kalanya juga kamu akan menjadi target empuk dari musuh yang sekali datang tidak hanya satu. Dengan situasi semacam itu, hanya sekali serangan tentunya akan sangat dirasa kurang efektif. Oleh karena itu, game ini menyediakan fitur combo yang dapat menggabungkan beberapa skill ke dalam satu rangkaian serangan. Dengan begitu, kamu dapat langsung melakukan beberapa kali serangan dalam satu kali turn Command Circle. Hal yang sangat membantu, namun tidak secara cuma-cuma pastinya. Tiap penggunaan skill membutuhkan apa yang disebut dengan Action Chip (AC). Jadi, jumlah AC ini adalah sesuatu yang penting untuk diperhatikan. Apabila jumlah AC yang diperlukan memadai, maka kamu bisa saja menghabisi satu monster dalam sekali turn. Selain itu, seperti halnya game MMORPG yang dilengkapi dengan fitur hotkey, WKC juga memiliki fitur serupa yang disebut dengan Command Slot. Setiap karakter mempunyai tiga deret Command Slot yang masing-masing deretnya terdiri atas tujuh slot skill.

Ada satu elemen penting yang membuat cerita dalam WKC terkesan menarik dan elemen itu terletak pada nama game ini sendiri, White Knight Chronicles. Leonard merupakan karakter utama yang mendapat kemampuan untuk Henshin (berubah wujud) menjadi White Knight dalam legenda. Oleh dari hal itu, pastinya bakal membosankan kalau kamu tidak diberikan kesempatan untuk bertarung sebagai sang ksatria putih. Dalam battle, kamu juga dilengkapi dengan command “Transform” yang dimiliki karakter Leonard. Transform membutuhkan 7 AC. Dalam kondisi sebagai White Knight, setiap command yang dipilih akan mengkonsumsi MP. Apabila MP habis, maka Leonard akan kembali pada wujud manusia dengan jumlah AC yang juga kembali ke nol.
Dengan adanya fitur Henshin, berubah menjadi White Knight kiranya dirasa memberikan kesenangan tersendiri pada battle system yang sebenarnya cukup terkesan membuat kesal. Bisa dibilang menyebalkan berkat adanya sejumlah keterbatasan yang membuat battle dirasa kurang menguntungkan bagi kamu. Misalkan, meskipun kamu dapat bergerak dengan leluasa pada saat pertempuran, bukan berarti kamu dapat bebas menghindari serangan yang dilakukan oleh musuh. Selama kamu tidak keluar dari battle mode, musuh dapat terus menyerang kamu walaupun kamu terlihat berada jauh dari musuh. Jangkauan serangan musuh begitu luas, namun tidak bagi kamu dan teman-teman kamu. Kamu hanya bisa melakukan serangan dari jarak dekat. Hal itu dirasa kurang menguntungkan dengan musuh-musuh yang umumnya berdekatan dengan sifat agresif. Dengan ‘mencolek’ salah satunya, biasanya monster lain yang ada di sekitarnya akan segera ikut merepotkan kamu. Di saat terdesak seperti ini, ada baiknya kamu memberikan perintah pada kedua anggota party kamu. Mengubah sikap menyerang kedua rekan kamu atau memanggil mereka untuk memberikan healing sepertinya cukup dirasa membantu.
WKC terhitung sebagai RPG dengan pergerakan alur yang linear. Game ini tidak banyak membutuhkan interaksi kamu dengan orang-orang dari kota ke kota. Tujuan-tujuan disini dipermudah untuk ditemukan dengan adanya lambang bintang yang ada pada map. Meskipun kamu bisa langsung meneruskan jalannya cerita dengan langsung menuju titik tersebut, ada juga sejumlah hal yang cukup perlu untuk diperhatikan. Equipments, aksesoris dan senjata bisa kamu peroleh dari membelinya di toko, juga bisa diperoleh dari melakukan binding atau penggabungan senjata di NPC. Untuk hasil yang lebih maksimal, sejumlah material khusus yang biasa kamu temukan di dungeon dapat kamu pergunakan untuk melakukan upgrade pada senjata.

Graphics 7
Sebagai sebuah game yang dirilis eksklusif PlayStation 3, WKC terbilang kurang memiliki kualitas grafis yang ‘wah.’ Buruk? Tidak juga, namun terkesan mengecewakan sebagai sebuah RPG next-gen yang baru dirilis saat ini. Tekstur yang ditampilkan kelihatan cukup kasar, tampilan environment dan karakter yang terlihat kurang hidup, dengan beberapa permasalahan grafis yang masih ditemukan seperti lip sync yang buruk, adanya pop-up yang kadang terjadi dan sejumlah object collision. Meskipun begitu, kualitas grafis dari game ini cukup didukung lewat sejumlah aspek. Di antaranya adalah art yang menarik seperti pada desain para Knight yang ada, equip armor yang berpengaruh terhadap tampilan karakter kamu, dan adanya FMV yang menarik untuk dilihat. Akan tetapi, ada kalanya sudut pandang kamera terasa cukup buruk seperti pada saat kamu mengendalikan White Knight.

Sound 7
Aspek suara di dalam WKC diwarnai oleh kualitas BGM yang cukup baik dan enak untuk didengar dengan sound effects yang juga terdengar cukup detil. Sayangnya, seperti pada JRPG kebanyakan, kualitas voice over pada versi Barat ini cenderung terkesan memberi nilai kurang. Selain itu, sejumlah penyesuaian yang sebenarnya dirasa tidak terlalu penting pun dilakukan atas game ini. Seperti pada absennya soundtrack berjudul Travelers yang dibawakan secara vokal oleh Kazco Hamano untuk versi Jepangnya. Untuk versi internasional ini, soundtrack tersebut disosialisasikan hanya berupa instrumen.

Longevity 8,5
Sebagai sebuah RPG, WKC terhitung memiliki jalan cerita linear yang tidak terlalu panjang untuk diselesaikan. Wajar saja. Gameplay WKC sebagai sebuah MMORPG adalah salah satu nilai terkuatnya. Dengan menyelesaikan story-nya, kamu bisa melanjutkan game ini dengan New Game+ untuk progress pada karakter yang lebih lanjut lagi. Dan apabila story dari game ini sudah kamu selesaikan, pastinya kamu bakal lebih bisa memberikan konsentrasi dalam memainkan game ini sebagai MMO. Bermain secara online bersama teman-teman kamu pastinya akan menguras waktu yang lebih lama ketimbang mengikuti jalan cerita utamanya. Di dalam GeoNet, kamu dapat membangun kota kamu sendiri, berkomunikasi dengan teman-teman kamu via chat atau voice chat, dan yang terpenting adalah menjalankan sejumlah side-quest bersama-sama demi mengumpulkan lebih banyak koleksi equipment serta meningkatkan Guild Rank.

Editor’s Tilt 7
Sebagai sebuah RPG next-gen, mungkin WKC memang dirasa kurang memenuhi harapan yang diekspektasikan. Akan tetapi, game ini telah membuktikan kualitasnya sebagai sebuah MMORPG eksklusif PS3 yang adiktif untuk dimainkan. Fitur online ini kiranya cukup memberikan warna di antara game-game dengan fitur online untuk PS3 yang lebih didominasi oleh genre shooter. Walaupun masih belum sepenuhnya didukung dengan mekanisme gameplay yang baik dalam segala aspek dan grafis yang memuaskan, secara keseluruhan WKC terhitung tidak mengecewakan sebagai game yang memiliki letak kekuatan pada elemen online-nya. Bagaimana dengan WKC sebagai sebuah JRPG tersendiri? Menarik, namun kurang akan sesuatu yang menjadi khasnya. Mungkin kamu harus menunggu adanya JRPG dengan kemasan cerita serta kualitas gameplay dan grafis yang lebih baik lagi dari ini. Tapi, kalau kamu memang menginginkan sebuah RPG yang punya nilai lebih untuk dimainkan secara online, tidak ada salahnya juga mencoba WKC.

Published in: on March 13, 2010 at 2:01 pm  Leave a Comment  

PRINSIP USABILITY

Pada tulisan ini penulis berusaha menjelaskan apa yang di maksud dengan prinsip usability yang mana prinsip ini terdapat pada interaksi atau hubungan antara manusia dengan komputer, sebelum menjelaskan apa itu yang dimaksud dengan prinsip usability kita juga harus mengetahui sistem interaktif yang menggabungkan atau membuat suatu interaksi

Sistem Interaktif memungkinkan user mencapai suatu tujuan tertentu dalam suatu domain aplikasi.Sistem interaktif harus dapat didayagunakan (usability) untuk meningkatkan keberhasilan suatu sistem aplikasi.

Dua pertanyaan (masalah) tentang pendayagu-naan (usability) sistem interaktif :
➢ Bagaimana suatu sistem interaktif dibuat/ dibangun supaya mempunyai dayaguna yang
tinggi ?
➢ Bagaimana mengukur atau mendemontra-sikan dayaguna (usability) suatu sistem interaktif ?

Dua pendekatan untuk menjawab pertanyaan/ masalah di atas:
➢ Paradigma :
♦ Sistem interaktif yang berhasil /sukses pada umumnya diyakini akan meningkatkan dayaguna (usability) dari system tersebut.
➢ Prinsip :
♦ Interaksi efektif dari berbagai aspek pengetahuan psikologi, komputasi dan sosiologi mengarahkan peningkatan desain dan evolusi suatu produk, yang pada akhirnya akan meningkatkan daya-guna sistem
tersebut.

Usability engineering (rekayasa dayaguna) juga menawarkan penggunaan kriteria secara eksplisit untuk menilai (judge) keberhasilan suatu produk dalam bentuk dayagunanya.

Prinsip usability juga merupakan standar dari ISO 9241 yang mana prinsip in tergabung dalam prinsip – prinsip lainnya seperti effectiveness, efficiency, dan satisfaction.

Adapula Kriteria – kriteria untuk Metode Pengukuran Usability Engneering yaitu sebagai berikut:
1 Time untuk menyelesaikan tugas
2 Persen tugas selesai
3 Persen tugas selesai per satuan waktu
4 Rasio keberhasilan untuk kegagalan
5 Waktu yang dihabiskan dalam kesalahan
6 Persentase jumlah kesalahan
7 Persentase jumlah pesaing lebih baik daripada
8 Jumlah perintah yang digunakan
9 Frekuensi bantuan dan dokumentasi penggunaan
10 Persen menguntungkan / tidak menguntungkan komentar pengguna
11 Jumlah pengulangan perintah gagal
12 Jumlah berjalan dari keberhasilan dan kegagalan
13 Jumlah kali menyesatkan antarmuka pengguna
14 Jumlah fitur yang baik dan buruk teringat oleh pengguna
15 Jumlah perintah yang tersedia tidak invoked
16 Jumlah perilaku regresif
17 Jumlah pengguna lebih suka sistem anda
18 Jumlah kali pengguna perlu untuk bekerja di sekitar
masalah
19 Jumlah kali pengguna terganggu dari pekerjaan
tugas
20 Jumlah pengguna kali kehilangan kendali dari sistem
21 Jumlah pengguna kali mengungkapkan rasa frustrasi atau
kepuasan

Published in: on March 11, 2010 at 6:31 am  Leave a Comment